Beginilah arti warna urin mu, Mari kita cari tahu

Urin

Sebagian orang dewasa dengan ginjal yang sehat buang air kecil (BAK) setiap 4-5 kali setiap hari. Hal tersebut mungkin akan berbeda pada setiap orang, karena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berapa banyak minum, jenis minuman yang diminum, dan seberapa besar aktivitas fisik yang dilakukan. Seberapa sering BAK dan warna urin ini dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesahatanmu.

Tubuh manusia terdiri atas 60% air, sehingga memiliki cukup air sangatlah penting agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Peran air ini cukup penting di dalam tubuh, seperti membantu mengatur suhu tubuh, membantu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, dan membuang zat-zat yang sudah tidak diperlukan bagi tubuh melalui buang air kecil.

Seberapa banyak air yang anda minum selain berefek seberapa banyak frekuensi BAK anda, juga berefek pada warna urin anda. Sehingga warna urin ini dapat menjadi indikator sederhana untuk mengetahui apakah anda mendapatkan cukup air atau tidak.

Apa itu Urin ?

Urin (Air Kencing) adalah limbah cair dari tubuh anda, yang terdiri dari air, garam, urea, asam urat dan zat-zat lain yang tidak diperlukan lagi bagi tubuh.

Arti warna urin

Dibawah ini merupakan arti warna urin dan indikasinya:

Urin berwana jernih

Jika warna urin anda berwarna jernih, ini bisa menjadi tanda bahwa anda minum terlalu banyak air (Overhydrated). Hal ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit seperti natrium. Mineral tersebut berfungsi untuk menjaga agar otot dan saraf bekerja dengan baik. Dengan hidrasi terlalu banyak hal ini akan berakibat pada pengeluaran mineral tersebut.

Urin berwana jernih juga dapat disebabkan karena anda sedang menjalani pengobatan seperti penggunaan diuretik (furosemide, hidroklortiazid, spironolakton). Hal ini tidak perlu dikhawatirkan dan dapat diatasi dengan mengurangi asupan cairan.

Urin berwana kuning muda

Warna kuning muda merupakan standar utama dari warna urin yang sehat. Hal ini tandanya anda cukup air (Hydrated) dan tubuh anda berfungsi secara normal.

Urin berwana kuning tua-jingga

Urin berwarna kuning tua, jingga hingga jingga tua merupakan tanda anda mengalami dehidrasi dan ginjal bekerja terlalu keras untuk memproses zat-zat ditubuh. Dengan meningkatkan asupan cairan hal ini akan mencegah dehidrasi yang lebih parah dan akan mengembalikan warna urin menjadi berwana kuning muda. Beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan warna urin menjadi berwarna jingga adalah penggunaan fenazopiridin untuk infeksi saluran kemih dan penggunaan vitamin C dosis tinggi.

Urin berwarna coklat tua

Urin berwarna coklat tua kadang-kadang dapat menjadi tanda dari penggunaan obat, atau tanda bahwa anda mengalami dehidrasi berat. Antibiotik merupakan penyebab paling umum dari warna coklat tua pada urin anda. Apabila warna urin tersebut terjadi secara berulang secara konsisten hal tersebut juga dapat menjadi tanda terdapat masalah di hati.

Warna urin

Urin berwarna merah muda atau merah

Urin berwarna merah atau merah muda dapat menjadi tanda anda terlalu banyak mengonsumsi buah bit, buah naga, atau bisa juga karena beberapa jenis obat yang menyebabkan perubahan warna seperti rifampisin. Urin berwarna merah dapat juga disebabkan karena kondisi infeksi saluran kemih (ISK/UTI). Warna ini timbul karena adanya darah dalam urin (hematuria) dan hal ini harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.

Urin berwarna hitam

Urin berwana hitam sangat jarang terjadi, tetapi terkadang dapat disebabkan oleh pewarna tertenu, obat-obatan seperti suplementasi besi. Warna urin yang berwana hitam dapat juga menjadi indikator adanya infeksi yang sangat parah, seperti halnya urin yang berwarna hijau atau ungu, dan hal ini harus segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang dilakukan dokter.

Urin berwarna hijau atau biru

Urin yang berwarna hijau atau biru sangat jarang terjadi, tetapi paling sering dikaitkan karena mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan (metilen biru) dan obat-obatan. Obat-obatan yang menyebabkan perubahan warna urin, seperti :

  • Simetidin
  • Amitriptilin
  • Indometasin
  • Prometazin
  • Suplemen vitamin B.

Penyebab lain terjadi karena infeksi bakteri seperti pseudomonas, serta penggunaan kontras pada pemeriksaan tes medis pada ginjal atau kandung kemih.

Urin berbusa, berbuh, atau keruh

Jika penampilan urin berbusa berlebih, nampak keruh (terbentuk sedimen) atau seperti susu, hal ini mungkin dapat menjadi tanda anda terinfeksi ISK, batu ginjal, atau infeksi menular seksual yang disertai rasa sakit atau tidak nyaman saat BAK. Adanya sedimen di dalam urin menujukkan adanya protein di dalam urin. Lebih jauh lagi hal ini dapat menjadi tanda awal adanya penyakit ginjal. Apabila menjumpai tanda tersebut diperlukan pemeriksaan urinalisis untuk memeriksa protein dalam sampel urin yang dapat dilakukan di rumah sakit. Kondisi kesehatan serius lainnya termasuk penyakit Chron dan divertikulitis.

Sumber

https://adultpediatricuro.com/meaning-behind-color-of-your-urine/
https://www.webmd.com/urinary-incontinence-oab/truth-about-urine
https://advancedurology.com/advanced-blogging/what-is-a-healthy-urine-color-and-what-is-not/

Also Read

Bagikan:

Avatar photo

apt. Juwita PS., M.Clin.Pharm

“Don't stop when you are tired. Stop when you are done"
Buka chat
1
Halo, ada yang bisa kami bantu ?